NSA 'mata-matai' perusahaan yang wakili Indonesia

  • 16 Februari 2014
NSA Hak atas foto REUTERS
Image caption NSA dilaporkan menyadap jutaan telepon dan juga email.

Badan keamanan nasional Amerika, NSA, terlibat dalam pengawasan perusahaan hukum Amerika yang pernah mewakili Indonesia dalam sengketa dagang dengan AS, menurut harian the New York Times.

Laporan the New York Times didasarkan pada laporan rahasia yang diperoleh oleh mantan analis NSA Edward Snowden.

Perusahaan itu tidak diungkapkan namanya dalam dokumen tersebut.

Tetapi the Times menyebutkan firma hukum Mayer Brown yang berkantor di Chicago saat itu mewakili pemerintah Indonesia dalam sengketa dagang.

Harian Amerika itu menyebutkan pemerintah Australia terlibat dalam pengawasan dalam pembicaraan itu dan menawarkan untuk membagi informasi dengan Amerika Serikat.

Dalam satu pernyataan, NSA mengatakan mereka tidak meminta mitra asing melakukan aktivitas intelijen apapun karena dilarang berdasarkan hukum Amerika.

'Tidak pernah terpikir'

Pemerintah Indonesia menyewa perusahaan hukum itu untuk perundingan dagang, kata laporan itu mengutip dokumen bulan Februari 2013.

The New York Times mengutip pengacara Mayer Brown, Duane Layton yang terlibat dalam perundingan dagang itu.

Layton mengatakan ia tidak memiliki bukti bahwa dia atau perusahaannya diawasi oleh badan intelijen Australia atau Amerika.

"Saya selalu memikirkan apakah ada orang mendengar karena orang bodoh yang tidak memikirkan kemungkinan itu pada zaman sekarang," kata Layton kepada the Times.

"Namun saya tidak pernah terpikir saya dimata-matainya," tambahnya.

Berita terkait