Asap di kabin, pesawat Etihad dialihkan ke Jakarta

  • 20 Februari 2014
langit Hak atas foto Pinta
Image caption Asap kembali muncul saat pesawat melintas di atas Samudra Hindia

Seorang penumpang membakar tisu dan benda-benda di toilet pesawat Etihad dari Australia ke Uni Emirat Arab sehingga penerbangan dialihkan ke Jakarta, kata sejumlah saksi pada hari Rabu (19/02).

Otoritas di UEA menahan 12 orang penumpang dalam penyelidikan kebakaran itu, meski tidak ada penangkapan formal, menurut maskapai tersebut.

"Investigasi komprehensif atas insiden di atas pesawat....masih berlangsung," kata Etihad dalam pernyataan tertulis seperti dilaporkan kantor berita AP.

"Pesawat digeledah dinyatakan aman setelah tiba di Abu Dhabi."

Penumpang yang berada di Boeing 777-300ER mengatakan kepada AP bahwa tampaknya seseorang melakukan lima kali pembakaran terpisah di toilet yang berbeda-beda selama perjalanan dari Melbourne ke Abu Dhabi.

Gatot Priambodo, koordinator kendali lalu lintas udara di Bandara Internasional Sukarno-Hatta mengatakan petugas kontrol dari Australia meminta pengalihan itu setelah alarm asap berbunyi tapi otoritas Indonesia tidak melakukan penyelidikan karena pilot mengatakan sebelum mendarat bahwa "pendampingan saat mendarat tidak diperlukan."

Kru di darat mengatakan kertas tisu yang terbakar di toilet tampak menjadi sumber asap, kata Gatot.

Hak atas foto
Image caption Dua belas penumpang ditahan di Abu Dhabi

'Ini bisa berakhir buruk'

Penerbangan itu kemudian melanjutkan tujuan ke Abu Dhabi tapi dua jam sebelum mendarat alarm asap kembali berbunyi.

Kru pun memadamkan asap dan kapten memerintahkan awak untuk berjaga di setiap toilet hingga penerbangan berakhir.

"Anda merasa, 'kalian pasti bercanda"' kata seorang penumpang dari Norwegia Caroline Martens yang duduk di bagian tengah pesawat.

Ia mengatakan asap tebal muncul dari toilet saat pesawat melintas di atas Samudra Hindia.

"Saya panik ketika melihat peta dan menyadari kami berada di tengah laut... Saat itu saya sadar bahwa hal ini bisa berakhir buruk. Ini bukan lagi sebuah lelucon," kata Martens.

Otoritas Abu Dhabi mewawancarai penumpang dan awak setelah pesawat mendarat dan kasus itu masih dalam investigasi, kata Etihad.

Berita terkait