MA India cegah pembebasan pembunuh Rajiv Gandhi

  • 20 Februari 2014
gandhi
Rajiv Gandhi diserang selama kampanye pemilu oleh pembom bunuh diri tahun 1991.

Mahkamah Agung India menunda pembebasan tiga orang yang dihukum karena terlibat pembunuhan mantan Perdana Menteri Rajiv Gandhi.

MA mengatakan terdapat kesalahan prosedur terkait keputusan pemerintah negara bagian Tamil Nadu untuk membebaskan tiga terpidana itu.

Pemerintah federal India berupaya menghentikan pembebasan tiga orang dari tujuh terdakwa yang ditanyakan bersalah.

Perdana Menteri Manmohan Singh mengatakan pembebasan mereka bertentangan dengan semua prinsip keadilan.

Tujuh terdakwa terkait dengan kelompok Sri Langka, Harimau Tamil.

Bom bunuh diri

Pengadilan akan membuka kasus ini lagi pada tanggal 6 Maret.

Rajiv Gandhi terbunuh dalam pemboman bunuh diri yang dilakukan seorang perempuan dalam kampanye pemilihan umum di Tamil Nadu pada 1991.

"Pembunuhan Shri (yang mulia) Rajiv Gandhi merupakan serangan terhadap nyawa India," kata PM Singh dalam satu pernyataan.

"Tidak ada pemerintah atau partai yang harus lunak dalam memerangi terorisme," tambahnya.

"Pembebasan pembunuh mantan PM India dan pemimpin besar kami, serta warga India lain, bertentangan dengan semua prinsip keadilan."

Janda Rajiv Bandhi, Sonia, sat ini adalah presiden Partai Kongres yang memerintah di India.

Berita terkait