Mantan PM Ukraina disambut demonstran

  • 23 Februari 2014
Yulia Tymoshenko Hak atas foto AFP
Image caption Pendukung menyambut Tymoshenko yang baru dibebaskan sehari sebelumnya.

Mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko disambut ribuan pendukung kubu oposisi yang berkumpul di di pusat kota Kiev setelah dibebaskan dari tahanan.

Ia menderita cedera punggung dan berpidato di depan massa dengan duduk diatas kursi roda.

"Anda semua adalah pahlawan", serunya dari atas podium, lalu ia menangis.

Penampilan Tymoshenko ini menjadi akhir dramatik dari rangkaian krisis politik di Ukraina setelah massa oposisi berhasil mengusir Presiden Viktor Yanukovych dari jabatannya.

Namun menurut Tymoshenko kerja bekum selesai. Ia mengajak massa untuk meneruskan tekanan politik setelah pemerintah Yanukovych gagal berlanjut.

Meski sambutannya di tanggapi hangat oleh demosntran, wartawan BBC di lokasi, David Stern, mengatakan tak semua anggota kubu opisisi menyambutnya.

Sebelumnya ia dijebloskan ke penjara tahun 2011 popularitasnya sudah anjlok karena banyak warga Ukaina melihatnya sebagai bagian dari kelompok elit yang korup.

Belasan orang memilih menyingkir dari kerumunan saat ia muncul di panggung, sambil berteriak perempuan berambut kepang itu tak mewakili mereka.

'Kabur'

Ia dibebaskan berdasar pemungutan suara di parlemen Jumat (21/02) setelah dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

Kepada wartawan yang menemuinya saat dibebaskan ia mengatakan mereka yang bertanggung jawab atas tewasnya pendukung aksi demonstrasi menentang pemerintah Yanukovych "harus dihukum".

Menurut kementrian Kesehatan setempat sudah 88 orang diduga tewas akibat gelombang kerusuhan sejak 18 Februari lalu.

Parlemen Ukraina hari Sabtu (22/02) telah melakukan pemungutan suara untuk melengserkan President Yanukovych.

Juga diputuskan menggelar pemilu pada 25 Mei.

Hak atas foto AP
Image caption Ia menderita cedera punggung saat di penjara dan kini menggunakan kursi roda.
Hak atas foto AP
Image caption Dianggap pemimpin setelah Yanukovych pergi, tapi sebagian warga tak mendukung.

Sementara menurut presiden yang didukung Rusia itu pemberhentian dirinya adalah bentuk kudeta yang akan dilawannya.

Sempat muncul berita ia mencoba kabur dari Kiev dengan menggunakan pesawat namun tak diizinkan meninggalkan bandar udara.

Berita terkait