Hong Kong perketat agen pembantu rumah tangga

Erwiana Hak atas foto AP
Image caption Kasus Erwiana yang tak bisa berjalan karena disiksa mengejutkan Hong Kong.

Hong Kong menyatakan akan memperketat peraturan hukum untuk badan-badan perekrut pembantu rumah tangga menyusul kasus penganiayaan pembantu asal Indonesia, menurut laporan media setempat.

Kementerian tenaga kerja dan kesejahteraan mengatakan akan merombak peraturan untuk pembantu rumah tangga asing serta meningkatkan hukuman bagi agen perekrutan.

Pejabat kementerian tenaga kerja Hong Kong Matthew Cheung juga mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap agen pembantu rumah tangga dan juga merekrut "pensiunan polisi untuk bergabung dengan para pengawas dan menunjukkan kepada mereka bahwa kami bersungguh-sungguh".

Pengumuman itu keluar setelah muncul kasus baru penganiayaan pembantu asal Indonesia.

Pembantu itu dilaporkan dilukai tangannya dengan pisau oleh majikannya karena tidak mengerti perintah, lapor televisi lokal RTHK hari Jumat (28/02).

Awal tahun ini, kasus dugaan penyiksaan Erwiana Sulistyaningsih, 22, yang tak mampu berjalan menyusul penganiayaan selama delapan bulan oleh majikannya, mengejutkan Hong Kong.

Kasus ini menyebabkan ribuan pembantu rumah tangga melakukan demonstrasi untuk menuntut keadilan.

Namun pihak pegiat memperingatkan kasus penyiksaan itu barulah sebagian kecil.

Berita terkait