Penikaman di Kunming tindak 'terorisme'

Patroli di Kunming Hak atas foto AFP
Image caption Warga di Kunming melakukan doa di stasiun kereta api, tempat penikaman.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menggambarkan penikaman yang menewaskan 29 orang di Kunming, Cina, sebagai "tindak terorisme."

Pernyataan itu keluar setelah media resmi Cina menuduh Washington memiliki standar ganda karena pada awalnya ragu-ragu untuk mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Cina juga menuduh media Barat berat sebelah karena tidak menggunakan kata 'teroris.'

Para pejabat menuding kelompok teorrisme Xinjiang -tempat minoritas Muslim Uighur tinggal- yang melakukan serangan.

Delapan penyerang menikam orang di stasiun kereta di kota barat daya Cina itu.

Lebih dari 130 orang terluka akibat serangan Sabtu lalu dan 20 masih dalam kondisi kritis, kata media resmi Cina.

Kekerasan mengerikan

Para pejabat mengatakan empat penikam ditembak mati oleh polisi di tempat kejadian dan seorang tersangka yang terluka juga dilaporkan ditahan.

Tiga tersangka lainnya ditahan Senin (03/03), menurut media Cina.

Kedutaan AS di Beijing pada mulanya menggambarkan serangan itu sebagai "kekerasan yang mengerikan."

Pernyataan ini memicu kemarahan di media resmi, termasuk Xinhua yang menyebutkan sikap itu "standar ganda dalam upaya dunia memerangi terorisme."

"Di balik kata-kata itu menunjukkan posisi Amerika bahwa pembunuh Xinjiang merupakan 'kelompok etnis tertekan yang mencari otonomi," kata Xinhua.

Berita terkait