Turki dituding langgar hak pemimpin Kurdi

  • 19 Maret 2014
Foto Ocalan Image copyright Reuters
Image caption Ocalan menyatakan gencatan senjata dari balik penjara.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengatakan Turki melanggar hak-hak pemimpin separatis Kurdi Abdullah Ocalan, yang dipenjarakan di pulau terpencil sejak 1999.

Pengasingannya, sampai November 2009, tergolong "tidak manusiawi" kata pengadilan. Kondisi tersebut kemudian membaik karena Ocalan diizinkan menjalin kontak sosial.

Ocalan dinyatakan bersalah dalam kasus pengkhianatan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan adanya pembebasan bersyarat.

Menurut para hakim Pengadilan Hak Asasi Manusia di Strasbourg, hukuman seperti itu juga melanggar Konvensi Eropa mengenai Hak-hak Manusia.

Ocalan diadili setelah ditangkap oleh pasukan Turki pada 1999. Ia mengajukan keluhan ke Pengadilan Eropa pada 2003 dengan landasan isolasi sosial dan tertutupnya kemungkinan pembebasan.

Namun keputusan pengadilan di Strasbourg belum final dan Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan kasus Ocalan tidak mungkin dibuka lagi.

Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang dipimpin Abdullah Ocalan melancarkan perjuangan kemerdekaan bagi Kurdi selama 30 tahun.

Lebih dari 40.000 tewas selama periode pemberontakan. Tahun lalu, Ocalan menyatakan gencatan senjata.

Berita terkait