MILF berdamai dengan pemerintah Filipina

  • 27 Maret 2014
milf Image copyright afp
Image caption Ratusan ribu orang tewas dalam pertempuran selama 40 tahun.

Kelompok pemberontak Front Pembebasan Islami Moro menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Filipina mengakhiri salah satu konflik paling lama dan mematikan di Asia.

Presiden Benigno Aquino dan para pemimpin pemberontak MILF menghadiri upacara penandatanganan di istana presiden Manila.

Ribuan orang tewas dalam lebih 40 tahun pertempuran separatis di bagian selatan negara tersebut.

Perundingan kesepakatan dimulai tahun 2001 dan gencatan senjata berlaku sejak 1997.

Filipina menghadapi gerakan separatis selama puluhan tahun di Mindanao, tempat MILF bermarkas dan di Jolo, pusat kegiatan kelompok Islam radikal Abu Sayyaf yang dilaporkan terkait dengan al-Qaeda.

Pemberontak komunis juga melakukan perang gerilya di beberapa wilayah negara itu sejak tahun 1969.

Peran Malaysia

Para wartawan melaporkan kesepakatan hari Kamis (27/03) membuka jalan bagi daerah Mindanao yang sebagian besar penduduknya Muslim untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar, tetapi persetujuan ini tidak akan mengakhiri semua kekerasan karena kelompok kelompok lain bersumpah meneruskan perjuangan untuk merdeka.

"Lewat penandatanganan persetujuan ini, kedua pihak menyambut masa depan dan tidak terpaku kepada masalah masa lalu," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak -negara yang menjadi penengah perundingan damai - pada upacara hari Kamis.

Lebih 120.000 orang diperkirakan tewas karena kekerasan separatis sejak tahun 1970-an di Mindanao, pulau di Filipina selatan.

Sebagian besar warga Islam Filipina yang berjumlah lima juta orang tinggal di daerah ini.

Sementara secara keseluruhan negara ini didominasi penganut agama Kristen.

Berita terkait