Kelompok Buddha serang LSM

  • 27 Maret 2014
rakhine
Negara bagian Rakhine adalah tempat terjadnya kerusuhan Rohingya.

Polisi di negara bagian Rakhine Myanmar mengeluarkan sejumlah tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan orang di luar kantor pekerja kemanusiaan internasional.

Ratusan warga Buddha melempar batu ke perumahan dan perkantoran di ibukota Sittwe hari Rabu (26/03).

Mereka marah karena seorang pekerja kemanusiaan asing diduga melecehkan bendera Buddha.

Kerusuhan terjadi sebelum dilakukannya sensus yang dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan antara kelompok Buddha Rakhine dan Muslim.

Bendera Buddha berkibar di banyak rumah sebelum sensus dan sejumlah laporan menyebutkan kerusuhan terjadi karena muncul tuduhan seorang pekerja bantuan kemanusiaan mencabut bendera dari sebuah kantor LSM.

Tak punya status warga negara

"Meskipun polisi setempat, biarawan dan penduduk berusaha membubarkan kerumunan orang yang marah, mereka tetap melempar batu. Sehingga polisi mengeluarkan tembakan peringatan," kata Letnan Kolonel Min Aung kepada kantor berita AFP.

Tidak ada korban jatuh, tambahnya.

Negara bagian Rakhine dalam beberapa bulan terakhir mengalami kekerasan yang terutama menimpa kelompok minoritas Rohingya yang beragama Islam.

Puluhan ribu warga Rohingya masih mengungsi di Rakhine setelah terjadinya bentrokan antara warga Buddha Rakhine dan Muslim pada tahun 2012 yang menewaskan 200 orang.

Rakhine tidak mengakui keberadaan Rohingya dengan menegaskan mereka adalah orang Bengali dan seharusnya berada di negara tetangga Bangladesh, lapor wartawan BBC di Yangon Jonah Fisher.

Warga Rohingya tidak memiliki negara karena Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga negara.

Berita terkait