PM Medvedev mengunjungi Krimea

  • 31 Maret 2014
medvedev
Pasukan Rusia berada di perbatasan dengan Ukraina, kata sejumlah laporan

Ukraina mengutuk kunjungan Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, ke Krimea dengan menyebutnya sebagai suatu 'pelanggaran' peraturan internasional.

Kementerian luar negeri mengirim surat protes menentang kehadiran seorang pejabat pada 'wilayah negara lain tanpa pemberitahuan sebelumnya'.

Lewat pernyataan di televisi pada kunjungannya di kota Simferopol Medvedev mengatakan pengembangan semenanjung adalah 'prioritas negara'.

"Penduduk di Krimea seharusnya tidak kehilangan apapun setelah bergabung dengan Rusia, mereka seharusnya hanya menerima keuntungan," katanya.

Sebelumnya Medvedev mengatakan dia akan menjadikan Krimea sebuah daerah ekonomi khusus.

Warga Krimea memutuskan keluar dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada tanggal 16 Maret lewat sebuah pemungutan suara yang dipandang Dewan Keamanan PBB sebagai suatu pelanggaran hukum.

Ketegangan mengenai Ukraina meningkat karena digulingkannya presiden Ukraina pendukung Kremlin Viktor Yanukovich pada bulan Februari setelah berbulan-bulan terjadi unjuk rasa.

Sementara itu majelis rendah Rusia sepenuhnya mendukung pembatalan sejumlah persetujuan dengan Ukraina sehingga Armada Laut Hitam Rusia dapat bermarkas di Sevastopol.

Muncul juga sejumlah laporan beragam tentang kehadiran pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina.

Berita terkait