Batas waktu Ukraina diabaikan militan pro-Rusia

Militan pro-Rusia Hak atas foto Reuters
Image caption Militan pro-Rusia tetap menguasai beberapa gedung pemerintah Ukraina di Sloviansk.

Kelompok militan pro-Rusia yang mendukung gedung-gedung pemerintah di Ukraina mengabaikan batas waktu yang ditetapkan pemerintah Ukraina.

Presiden sementara Oleksandr Turchynov, sebelumnya mengatakan akan mengambil tindakan militer jika gedung-gedung pemerintah tidak ditinggalkan pada Senin 14 Maret, pukul 16.00 waktu setempat.

Namun bendera Rusia masih berkibar di beberapa gedung, seperti di kantor polisi yang dikuasai militan di Sloviansk.

Bentrokan antara militan bersenjata yang pro-Rusia dengan pasukan pemerintah Ukraina, Minggu (13/04) menyebabkan seorang pasukan Ukraina tewas.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Minggu, Rusia mendesak agar pemerintah Ukraina tidak menggunakan kekerasan atas para pengunjuk rasa di Ukraina timur.

Duta besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, meminta agar Kiev memulai 'dialog yang murni'.

Hak atas foto AFP
Image caption Warga yang pro-Rusia ikut mendukung pendudukan kantor-kantor pemerintah Ukraina.

Namun duta besar Ukraina di PBB, Yuriy Sergeyev, mengatakan Moskow yang menciptakan krisis di kawasan timur Ukraina.

Para wartawan melaporkan warga di tempat tersebut kini sedang menanti apakah memang tentara akan dikerahkan untuk menguasai kembali gedung-gedung yang diduduki militan pro-Rusia.

Krisis Ukraina bermula dari tergulingnya presiden Ukraina yang pro-Moskow dan sekelompok warga di Krimea yang mendukung Rusia memilih untuk memisahkan diri dari Ukraina.

Berita terkait