Negara 'paling berbahaya' bagi wartawan

Kekerasan di Irak Hak atas foto AFP
Image caption Dalam satu dekade terakhir, sekitar 100 wartawan menjadi korban kekerasan di Irak.

Irak, Somalia, dan Filipina masuk dalam daftar negara dengan tingkat penegakan hukum terendah untuk kasus pembunuhan wartawan.

Kesimpulan ini didapat dari data yang dikumpulkan Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) yang dimasukkan ke dalam Indeks Impunitas.

Suriah untuk pertama kalinya juga masuk dalam indeks tersebut.

Dimasukannya Suriah ke indeks ini menggarisbawahi peningkatan kasus-kasus pembunuhan dengan sasaran kalangan-kalangan tertentu.

Tingginya kasus penculikan dan angka korban akibat pertempuran membuat Suriah menjadi salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan.

Indeks ini disusun untuk mengukur bagaimana berbagai negara mengatasi kasus-kasus kekerasan terhadap para wartawan.

Irak selalu menempati urutan teratas di index ini, yang dikeluarkan setiap tahun sejak 2008.

Dalam sepuluh tahun terakhir sekitar 100 wartawan di Irak terbunuh, tak satu pun pelakunya yang dibawa ke pengadilan.

Sempat terjadi penurunan kekerasan terhadap wartawan di Irak pada 2012 namun angkanya kembali naik tahun lalu, kata CPJ.

Menurut data CPJ sepuluh wartawan meninggal di Irak tahun lalu, sembilan diantaranya karena dibunuh.

Berita terkait