Kompensasi pemandu Everest dirundingkan

Keluarga korban Hak atas foto AP
Image caption Ganti rugi yang ditawarkan pemerintah masih di bawah tuntutan keluarga.

Para pemandu pendaki gunung di kamp Everest, Nepal, membahas tawaran terbaru ganti rugi dari pemerintah bagi keluarga 16 pemandu yang tewas akibat longsor Jumat lalu (18/04).

Pihak berwenang Nepal menaikkan usulan jumlah ganti rugi setelah pemandu pendaki gunung atau sherpa menolak tawaran awal sebesar US$400 untuk setiap keluarga pemandu yang tewas.

Namun jumlah tawaran kompensasi baru masih berada di bawah jumlah tuntutan keluarga.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Kementerian Pariwisata Nepal dan sejumlah pemangku kepentingan pada Selasa (22/04), mereka juga membahas berbagai tuntutan pemandu secara umum, termasuk pendidikan bagi anak-anak pemandu yang tewas dalam melaksanakan tugas.

Mereka juga membicarakan permintaan pembangunan tugu peringatan bagi pemandu yang tewas dalam kecelakaan pendakian.

Tahun ini lebih dari 300 pendaki dari berbagai negara dengan bantuan sherpa dan staf setempat bersiap-siap menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu.

Namun setelah terjadi kecelakaan di dekat kamp Everest, para pemandu masih berkabung atas kematian rekan-rekan mereka. Sejumlah pendaki mengatakan akan membatalkan rencana pendakian untuk menghormati mereka yang tewas.

Sementara sebagian pemandu menyatakan tidak akan bekerja sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Berita terkait