Presiden Ukraina perintahkan operasi antiterorisme

Kekacauan di Slaviansk Hak atas foto Reuters
Image caption Tiga orang tewas dalam serangan terhadap pos pemeriksaan Rusia di Sloviansk.

Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, memerintahkan operasi antiterorisme di Ukraina timur setelah terjadi serangkaian serangan kekerasan di sana.

Turchynov mengatakan patriot-patriot Ukraina disiksa dan dibunuh di kawasan Donetsk atas dukungan penuh Rusia.

Menurutnya, dua jenazah yang mengalami penyiksaan brutal, termasuk seorang politikus dari partainya, ditemukan di kota Slaviansk. Kota itu sekarang berada di bawah kendali militan pro-Rusia.

Oleh karena itu, ia memandang perlu bagi pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi yang disebut sebagai langkah-langkah antiterorisme di Ukraina timur.

Teroris "mulai menyiksa dan membunuh patriot-patriot Ukraina. Mereka dengan lancang menolak seruan tidak hanya dari negara kami tetapi juga masyarakat dunia ketika mereka secara demonstratif menghina keputusan yang diambil di Jenewa," kata presiden Selasa 22 April.

Sebelumnya, aktivis pro-Rusia merebut markas kepolisian di kota Kramatorsk dan menculik kepala kepolisian setempat.

Pemerintahan interim Ukraina -yang berkuasa setelah Presiden Viktor Yanukovych melarikan diri ke Rusia Februari lalu- mengatakan Rusia berada di belakang kekacauan di Ukraina timur. Bulan lalu, Rusia mencaplok Krimea.

Sebelumnya Amerika Serikat mengatakan akan mengerahkan 600 pasukan ke Polandia dan tiga negara Baltik yang berbatasan dengan Rusia sebagai bentuk komitmennya atas kewajiban keamanan di Eropa.

Berita terkait