Rekonsiliasi dua faksi Palestina

  • 23 April 2014
fatah, hamas, palestina
Fatah dan Hamas tegang sejak Hamas menang dalam pemilu tahun 2006 lalu.

Dua faksi Palestina, Fatah dan Hamas, mengumumkan perjanjian rekonsiliasi setelah pertemuan di Jalur Gaza.

Mereka sepakat untuk memulai perundingan untuk membentuk pemerintah bersatu dalam beberapa minggu ini.

Kesepakatan dicapai di tengah kemungkinan gagalnya perundingan damai antara partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas dan Israel.

Perjanjian antara Fatah dan Hamas ini bukan yang pertama.

Kedua belah pihak telah mencoba untuk meraih kesepakatan berulangkali namun perjanjian serupa tidak pernah diterapkan.

Kesepakatan terakhir ini diumumkan dalam jumpa pers antara Fatah dan Hamas, kelompok Islamis yang dilarang dan disebut organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Fatah dan Hamas mengatakan mereka merencanakan untuk membentuk pemerintahan sementara bersatu dalam waktu lima minggu dan menyelenggarakan pemilihan umum dalam enam bulan setelah mosi percaya oleh parlemen Palestina.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Presiden Otorita Palestina Abbas memilih untuk berdamai dengan Hamas daripada dengan Israel.

Kedua faksi tegang sejak Hamas - yang memenangkan pemilihan parlemen tahun 2006- mengusir pasukan yang setiap kepada Abbas dan Fatah di Gaza selama bentrokan tahun 2007 dan membentuk pemerintahan tandingan.

Berita terkait