Pakistan dinilai gagal lindungi wartawan

  • 30 April 2014
wartawan pakistan Hak atas foto AFP
Image caption Berbagai penembakan atas wartawan guncang Pakistan

Pemerintah Pakistan "hampir sepenuhnya gagal" untuk melindungi wartawan, kata kelompok hak asasi manusia Amnesty International dalam laporan terbaru mereka.

Laporan itu mendokumentasikan 34 kasus pembunuhan terhadap wartawan sejak berakhirnya kekuasaan militer pada 2008.

Tiga belas kasus di antaranya terjadi di provinsi Balochistan. Sembilan lainnya di kawasan kekuasaan Taliban di barat.

Hanya ada satu kasus sejak 2002 yang pelakunya dihukum, yaitu pembunuhan atas Wali Khan Babar pada 2011.

Tetapi bahkan pada kasus ini ada "kekhawatiran" apakah pengadilannya berlangsung adil, kata Amnesty.

Pakistan adalah salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan, menurut Komite untuk Melindungi Wartawan, yang mendokumentasikan banyak kasus serangan terhadap wartawan di negara ini.

Laporan Amnesty datang di tengah luasnya laporan tentang penembakan Hamid Mir, salah satu pembawa acara Pakistan yang paling terkenal.

Pada 19 April, ia ditembak enam kali di perut dan kaki setelah mobilnya ditembaki oleh kelompok pria tidak dikenal di dekat bandara Karachi.

Seorang pembawa acara televisi Raza Rumi ditembak pada bulan Maret di dalam mobilnya di kota Lahore. Ia selamat namun sopirnya tewas.

Banyak wartawan yang diwawancarai oleh Amnesty mengeluhkan serangan oleh orang-orang yang terkait dengan badan intelijen militer Pakistan yaitu Direktorat Intelijen Antar Lembaga.

Berita terkait