Kiev tidak mampu mengatasi masalah di Ukraina timur

  • 30 April 2014
pegiat pendukung rusia
Milisi pendukung Rusia di Luhansk menduduki sejumlah gedung pemerintah.

Presiden sementara Ukraina, Olexander Turchynov, mengakui pasukannya "tidak berdaya" mengatasi keributan yang dipicu milisi pendukung Rusia di bagian timur, Donetsk dan Luhansk.

Turchynov mengatakan misinya sekarang adalah mencegah penyebaran pemberontakan.

Pegiat menguasai sejumlah gedung pemerintah dan menyandera beberapa orang termasuk para pengawas internasional.

Turchynov juga mengatakan Ukraina dalam keadaan "siap perang sepenuhnya" sementara muncul kekhawatiran pasukan Rusia akan melakukan invasi.

"Saya ingin mengatakan sejujurnya saat ini kekuatan keamanan tidak dapat segera menguasai keadaan di daerah Donetsk dan Luhansk," katanya pada pertemuan dengan para gubernur setempat.

Dia mengakui kekuatan keamanan yang "bertugas melindungi warga, tidak berdaya".

Presiden sementara mengatakan puluhan ribu pasukan Rusia berada di dekat perbatasan yang berarti "ancaman Rusia memulai perang terhadap Ukraina adalah nyata".

Tetapi Rusia, yang menganeksasi daerah Krimea dari Ukraina bulan lalu, menyatakan tidak berencana menginvasi bagian timur.

Presiden Vladimir Putin menegaskan tidak terdapat "instruktur Rusia, satuan khusus ataupun pasukan" di dalam Ukraina.

Meskipun demikian Moskow juga memperingatkan bahwa tentaranya siap bertindak jika kepentingan Rusia terancam.

Berita terkait