Pembunuh politisi Pim Fortuyn dibebaskan

Volkert van der Graaf Hak atas foto AFP
Image caption Volkert van der Graaf (mata tertutup) mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan Pim Fortuyn.

Pihak berwenang Belanda membebaskan pembunuh politisi antiimigrasi Pim Fortuyn yang sudah menjalani dua pertiga dari hukumannya.

Volkert van der Graaf -seorang pegiat hak hewan- diganjar 18 tahun penjara karena menembak Fortuyn di bagian kepala pada tahun 2002 di Hilversum.

Pembunuhan itu -yang berlangsung hanya beberapa hari menjelang pemilihan umum- mengejutkan masyarakat Belanda.

Van der Graaf berpendapat Fortuyn sebagai ancaman bagi hak-hak warga minoritas di Belanda.

Tidak ada informasi yang disampaikan tentang keberadaan van der Graaf setelah dibebaskan namun dia harus mengenakan gelang elektronik di kaki untuk pemantauan dan diwajibkan melapor ke polisi sekali seminggu.

Dia mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan tersebut dan jaksa berpendapat dia tidak akan mengulangi kejahatannya.

Fortuyn merupakan seorang guru besar sosiologi yang secara terbuka menyatakan dirinya gay.

Selain menilai Islam sebagai 'kebudayaan yang terbelakang', dia juga ingin memotong jumlah imigran yang memasuki Belanda dan pesannya itu menarik sejumlah pemilih.

Hak atas foto AFP
Image caption Pim Fortuyn menilai Islam sebagai 'kebudayaan yang terbelakang'.

Partai Pim Fortuyn List membuka jalan bagi terbentuknya Partai Kebebasam pimpinan Geert Wilders, yang juga berpendapat negatif atas Islam dan kaum pendatang.

Berita terkait