Tentara Kongo menanti vonis pemerkosaan massal

Image caption Pengadilan di Goma menyangkut lebih dari 1.000 korban, dan memakan waktu enam bulan.

Sebanyak 39 tentara Kongo menunggu keputusan pengadilan dalam dakwaan kejahatan perang dan pemerkosaan massal, Senin 5 Mei.

Dakwaan itu terkait pada peristiwa tahun 2012, ketika kelompok tentara pemerintah beraksi di kota kecil bernama Minova, bagian Timur Repulik Kongo.

Ribuan tentara pemerintah melarikan diri setelah kalah perang di kota Goma, melawan kelompok pemberontak M23.

Namun -seperti dilaporkan PBB- mereka setidaknya melakukan kekerasan seksual atas 135 wanita dan anak perempuan walau jumlah korban jauh lebih tinggi.

Pengadilan yang di berlangsung di Goma, Kongo timur ini, akhirnya terlaksana setelah mendapatkan tekanan internasional. Para terdakwa diancam dengan hukuman seumur hidup.

Kekerasan seksual banyak terjadi di bagian Timur Republik Kongo, yang dilakukan baik oleh kelompok pemberontak maupun tentara pemerintah.

Mayoritas dari tentara tersebut terancam penjara seumur hidup. Proses pengadilan bermula sejak November 2013, berlangsung selama enam bulan dengan 39 terdakwa dan lebih dari 1.000 korban.

Pengacara korban, Sylvestre Bisimwa, mengatakan kepada BBC bahwa mereka puas terhadap hasil proses pengadilan karena ancaman hukuman yang dianggap setimpal terhadap perbuatan mereka.

Bagaimanapun sejumlah organisasi kemanusiaan melancarkan kritik karena pengadilan tidak menyeret perwira tinggi militer, yang juga dianggap bertanggung jawab.

Berita terkait