Kedatangan Putin ke Krimea dikecam

putin, krimea, rusia Hak atas foto Reuters
Image caption Kedatangan Putin untuk menandai kemenangan Soviet atas Nazi pada 1945.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mengecam kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Krimea pada Jumat (09/05) kemarin.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan kunjungan Putin provokatif dan tidak perlu.

"Krimea milik Ukraina dan kami tentu saja tidak mengakui langkah ilegal dan tidak sah yang dilakukan Rusia."

Sementara itu, pemerintah pusat Ukraina di Kiev mengatakan kunjungan ini merupakan "pelanggaran besar terhadap kedaulatan".

Putin mengunjungi Krimea saat memperingati kemenangan Soviet dari Nazi pada Perang Dunia II.

Ini merupakan kunjungan pertamanya sejak wilayah itu dianeksasi dari Ukraina Maret lalu.

Dia memuji Krimea karena memilih bergabung dengan Rusia dan mengatakan: "(warga Krimea) telah membuktikan kesetiaannya pada kenyataan sejarah."

Bentrokan mematikan

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Laura Magnuson mengatakan kunjungan itu "hanya akan menyulut ketegangan".

Adapun Maja Kocijancic, juru bicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton, mengatakan Uni Eropa "menyesalkan" kehadiran Putin pada parade militer di pelabuhan Sevastopol di Krimea.

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, kunjungan Putin "tidak pantas".

Selagi Putin berkunjung, ada bentrokan lagi terjadi di sebelah tenggara Ukraina.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengatakan setidaknya 20 aktivis pro-Rusia dan petugas keamanan tewas setelah bentrokan terjadi di pelabuhan Mariupol.

Ada baku tembak yang terjadi ketika aktivis pro-Rusia menyerbu markas kepolisian.

Berita terkait