Korsel bubarkan penjaga pantai usai insiden feri tenggelam

  • 19 Mei 2014
Image copyright AFP
Image caption Lambannya penyelamatan yang dilakukan oleh penjaga pantai membuat korban bertambah banyak.

Korea Selatan akan membubarkan korps penjaga pantai setelah insiden tenggelamnya kapal feri Sewol yang menewaskan hampir 300 orang, demikian kata Presiden Park Geun-hye.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, dia meminta maaf secara resmi atas kejadian itu.

Setelah dibubarkan, sebuah lembaga keselamatan baru akan dibentuk untuk melakukan tugas penyelamatan dan fungsi investigasi yang bisa langsung diteruskan ke kepolisian, kata Presiden Park.

Insiden tenggelamnya feri Sewol pada 16 April lalu, menewaskan 281 penumpang, kebanyakan dari mereka adalah pelajar sekolah menengah. Adapun 23 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

"Tanggung jawab utama dari respons yang buruk terhadap kecelakaan ini terletak pada saya," kata President Park, dikutip oleh kantor berita AFP.

Kapten feri dan tiga awak kapal telah didakwa dengan pembunuhan.

Sementara itu ada 11 kru lain didakwa karena kelalaian.

Hanya 172 penumpang selamat dari tenggelamnya feri, termasuk 22 dari 29 anggota awak.

Penyelidikan sementara menemukan bahwa kapal yang berbelok tajam menjadi penyebab utama insiden ini.

Berita terkait