Pemilik tambang Turki menolak bertanggung jawab

turki Hak atas foto afp
Image caption Soma Holding mengatakan prioritas pihaknya adalah menyelamatkan nyawa korban.

Pemilik tambang Turki yang mengalami kecelakaan, menewaskan paling tidak 282 orang, menolak tuduhan teledor.

Dalam sebuah konferensi pers, para wakil dari Soma Holding membela reaksi mereka terhadap bencana tersebut.

Mereka mengatakan prioritas pihaknya adalah menyelamatkan nyawa korban.

Mereka menambahkan peningkatan panas yang tidak bisa dijelaskan di tambang kemungkinan menjadi penyebab runtuhnya langit-langit tambang.

Peristiwa ini adalah bencana tambang terburuk Turki.

Kejadian ini memicu sejumlah unjuk rasa mengecam pemerintah.

Serikat buruh Turki mengumumkan mogok satu hari Rabu 14 Mei mengecam bencana tambang terburuk negara tersebut yang telah menewaskan 282 orang.

Swastanisasi

Pejabat serikat mengatakan swastanisasi sektor pertambangan baru-baru ini membahayakan keselamatan pekerja.

Pimpinan Gabungan Serikat Buruh Revolusi Turki mengatakan kepada wartawan sejumlah serikat buruh besar sepakat melakukan pemogokan.

Arzu Cerkezoglu juga meminta warga mengenakan pakaian berwarna hitam dan berpawai ke Kementerian Perburuhan.

Ledakan menyebabkan langit-langit tambang runtuh hari Selasa 14 Mei saat 787 petambang sedang bekerja di bawah tanah.

Pejabat pemerintah mengatakan 363 petambang diselamatkan beberapa jam setelah ledakan, tetapi tidak satu pun korban selamat ditemukan sejak Rabu dini hari.

Menteri Energi Taner Yildiz mengatakan delapan jenazah ditemukan lagi, meningkatkan korban tewas dari 274 menjadi 282.

Sekitar 150 petambang masih dinyatakan hilang.

Berita terkait