Libia terapkan larangan terbang di Benghazi

  • 18 Mei 2014
Milisi di Benghazi Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang milisi berjaga di pintu masuk kamp kelompoknya di Benghazi.

Militer Libia memberlakukan larangan terbang di atas wilayah Benghazi sehari setelah lebih dari 40 orang tewas dalam serangan udara dan darat yang dilancarkan oleh seorang mantan petinggi militer terhadap milisi berhaluan Islam.

Komando militer mengumumkan Sabtu (17/05) bahwa pasukan akan menembak jatuh semua pesawat yang melanggar larangan terbang.

Larangan terbang diberlakukan di atas wilayah Benghazi dan daerah-daerah pinggiran kota, lapor kantor berita Libia, Lana.

Larangan terbang ini dilaporkan berlaku "sampai ada pemberitahuan selanjutnya".

Jumat kemarin (16/05) seorang mantan petinggi militer, Khalifa Haftar, menggunakan kekuatan udara untuk menggempur posisi-posisi milisi berhaluan Islam di kota terbesar kedua Libia itu.

Haftar berjanji ia akan melanjutkan upayanya untuk mengusir orang-orang yang ia sebut sebagai teroris dari Benghazi.

Benghazi merupakan kota yang menjadi pusat pergolakan yang menumbangkan Kolonel Gaddafi. Belakangan tempat itu sering mengalami bentrokan antara pasukan keamanan dan milisi.

Haftar membelot dari militer di bawah pemerintahan Kolonel Gaddafi dan memimpin pasukan pemberontak selama pergolakan 2011.

Sekarang ia mengepalai kelompok yang dinamakan "Tentara Nasional".

Berita terkait