PM sementara Thailand serukan pemilu

  • 20 Mei 2014
Pemrotes di Thailand Hak atas foto Getty
Image caption Para pengunjuk rasa masih berkumpul di Bangkok meskipun diberlakukan darurat militer.

Perdana menteri sementara Thailand, Niwattumrong Boonsongpaisan, menyerukan pemilihan baru menyusul pemberlakuan darurat militer.

Atas nama pemerintah, Niwattumrong Boonsongpaisan mengusulkan agar pemilihan umum diadakan pada 3 Agustus.

Menurut anggota Komisi Pemilihan Somchai Srisutthiyakorn, pemerintah telah sepakat untuk menyusun dekrit dan di dalamnya disepakati ada klausal yang menyebutkan bahwa pemilihan bisa ditunda bila terjadi keadaan darurat.

Seruan pemilihan baru dikeluarkan setelah Kepala Angkatan Bersenjata Jenderal Prayuth Chan-ocha menyatakan keadaan darurat militer.

Ia mengatakan militer mengerahkan tentara ke jalan-jalan untuk memungkinkan faksi-faksi politik yang berseberangan mengatasi perbedaan-perbedaan di antara mereka.

Jenderal Prayuth Chan-ocha menegaskan tidak ada perebutan kekuasaan. Militer menggelar pertemuan dengan berbagai pihak Selasa sore (20/05).

"Kami terutama berbicara dengan pegawai negeri sipil hari ini, dan kami akan mempertimbangkan bagaimana mengizinkan partai-partai politik duduk dan berdialog dalam situasi stabil," tuturnya.

"Semua dialog tidak mempunyai arti bila situasi tidak tenang atau terjadi demonstrasi atau hasutan yang dapat mengarah ke kekerasan. Jadi semua partai pertama-tama harus menghentikan aksi mereka," tambah Jenderal Prayuth Chan-ocha.

Namun seorang tokoh oposisi Suthep Thaugsuban berjanji akan terus berjuang guna menggulingkan pemerintah saat ini.

Menurutnya, pemberlakuan darurat militer tidak menjadi rintangan bagi perjuangan kubu oposisi.

Berita terkait