Mantan PM Thailand dipanggil ke pusat militer

  • 23 Mei 2014
Image copyright Getty
Image caption Konflik kekuasaan Thailand bermula dari turunnya Thaksin pada 2006.

Pihak militer Thailand memanggil lebih dari 100 politikus senior, termasuk mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Para politikus dipanggil ke pusat fasilitas militer di Bangkok, sehari setelah pihak militer menyatakan kudeta.

Pemimpin dari kedua oposisi dari partai Pheu Thaiu dan partai demokrat dilepaskan dari tahanan Kamis malam (22/5).

Yingluck dilaporkan memasuki kompleks militer lalu menuju lokasi lain. Belum ada kejelasan akan status Yingluck, lapor wartawan BBC Jonah Fisher di Bangkok

Tokoh politik lainnya juga dilaporkan memasuki pusat militer. Sebanyak 155 politikus dilarang keluar dari Thailand.

Pimpinan kudeta jenderal Prayuth Chan Ocha mengambil alih kursi Perdana Menteri dan direncanakan untuk bertemu dengan raja Bhumibol Adulyadej hari ini.

Dalam pernyataannya Prayuth menyatakan tujuan utama kudeta untuk ‘mengembalikan situasi negara menjadi normal’.

"Semua rakyat Thailand harus bersikap tenang. Pihak pemerintahan juga diharapkan berjalan dengan normal,"ujar Prayuth pada pernyataannya di layar kaca.

Thailand dilanda konflik kekuasaan setelah saudara Yingluck, Thaksin diturunkan dari jabatan perdana menteri pada 2006.

Berita terkait