Jam malam dicabut di kawasan wisata Thailand

Thailand Hak atas foto AP
Image caption Tahun lalu krisis politik Thailand tidak mempengaruhi kedatangan turis.

Penguasa militer Thailand mengumumkan pencabutan jam malam di tiga kawasan wisata populer di negara itu.

Dalam pengumuman di televisi, militer mengatakan jam malam dicabut di Phuket, Koh Samui, dan Pattaya untuk mempromosikan wisata dan mengurangi dampak jam malam di kawasan yang damai dan tidak dilanda unjuk rasa politik.

Awalnya jam malam diberlakukan secara nasional mulai pukul 10.00 malam hingga 05.00 pagi namun pekan lalu dikurangi hingga jam 04.00 pagi.

Kebijakan tersebut memicu protes dari kalangan industri pariwisata, yang menyumbang sekitar 7% untuk perekonomian Thailand.

Industri pariwisata Thailand secara umum tidak terpengaruh oleh krisis politik di negara itu dengan jumlah turis mencapai rekor 26,7 juta tahun lalu.

Bagaimanapun pengusaha paket wisata, pemilik hotel dan restoran mengatakan kombinasi kudeta dan jam malam menyebabkan sejumlah penundaan kunjungan.

Hak atas foto Getty
Image caption Industri pariwisata mengatakan kombinasi kudeta dan jam malam menyebabkan pembatalan.

Sekitar 50 negara sudah mengumumkan peringatan melakukan perjalanan ke Thailand untuk warganya dengan saran agar menjauhi unjuk rasa di ibukota Bangkok.

Unjuk rasa menentang kudeta militer 22 Mei lalu hampir terjadi hampir setiap hari di Bangkok meskipun pihak berwenang melarang pertemuan politik yang dihadiri lebih dari lima orang.

Berita terkait