Badan antikorupsi akan selidiki Yingluck

  • 5 Juni 2014
Yingluck Shinawatra
Yingluck diperiksa terkait skema subsidi beras yang pernah ia jalankan saat berkuasa.

Badan Antikorupsi Nasional Thailand (NACC) yang berada di bawah pemerintah militer mengatakan akan menyelidiki mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra terkait skema subsidi beras.

Empat mantan menteri yang berada di kabinet pimpinan Yingluck juga akan diperiksa NACC dalam kasus yang sejak awal dianggap kontroversial ini.

"NACC akan membentuk tim untuk meneliti kekayaan milik sejumlah mantan menteri terkait kebijakan subsidi beras petani yang dijalankan pemerintah Yingluck," demikian pernyataan NACC seperti dikutip kantor berita AFP, hari Kamis (05/06).

Seorang pejabat NACC mengatakan jika terbukti Yingluck atau mantan menterinya mendapatkan keuntungan pribadi dari skema ini, maka kekayaan mereka akan disita.

Rencana pemeriksaan terhadap Yingluck dikeluarkan hanya dua pekan setelah militer Thailand melancarkan kudeta.

Sejumlah pengamat melihat investigasi ini sebagai upaya untuk menghilangkan pengaruh keluarga Shinawatra di politik Thailand.

Berdasarkan skema ini pemerintah memberi beras petani hingga 50% lebih mahal dari harga pasar.

Beberapa kalangan pemerintah harus mengeluarkan anggaran US$4,6 miliar hingga US$6 miliar per tahun untuk membiayai skema ini.

Mereka mengatakan skema ini sangat membebani anggaran, selain juga rawan korupsi.

Lawan-lawan politik Yingluck mengatakan skema ini tak lebih dari upaya Yingluck untuk meraih suara di pemilihan umum.

Berita terkait