Thailand tangkap aktivis anti-kudeta

  • 6 Juni 2014
Sombat
Image caption Demonstran memakai topeng Sombat dalam aksi protes

Polisi Thailand menangkap seorang aktivis anti-kudeta populer karena melanggar perintah untuk melapor ke junta militer berkuasa.

Sombat Boongamanong, yang memimpin kampanye online untuk mengadakan aksi unjuk rasa terhadap kudeta tersebut ditangkap pada Kamis malam (05/06) di provinsi Chonburi.

Ratusan orang ditangkap setelah kudeta tetapi sebagian besar telah dibebaskan.

Sementara itu, para penyidik korupsi telah memperluas penyelidikan mereka atas mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan menyelidiki aset-aset pribadinya.

Investigasi Komisi Anti Korupsi Nasional terkait dengan skema subsidi beras dimana pemerintah menjual beras dari petani dengan harga mahal untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Image copyright AFP
Image caption Sombat memiliki pengikut besar di internet

Komisi itu sudah mendakwa Yingluk dengan tuduhan melalaikan tugas dan mengatakan ia mengacuhkan nasehat bahwa skema itu berpotensi membuang-buang uang dan menjadi ladang korupsi.

Yingluck ditangkap bulan lalu di sebuah lokasi rahasia saat para pemimpin kudeta militer mengambil alih kekuasaan di Thailand.

Juru bicara militer Sirichan Ngathong mengatakan tim Angkatan Darat telah melacak Sombat di internet.

Sombat sebelumnya dipanggil oleh junta yang berkuasa untuk menyerahkan diri, namun ia justru menulis pesan di Facebook yaitu "Tangkap saya kalau Anda bisa."

Wartawan BBC Jonathan Head di Bangkok melaporkan Sombat sebelumnya memimpin kelompok pro-demokrasi bernama Minggu Merah.

Berita terkait