Jenderal Musharraf diizinkan meninggalkan Pakistan

Pervez Musharraf Hak atas foto Getty
Image caption Nama Pervez Musharraf dicabut dari daftar orang-orang yang dicekal.

Pengadilan di Karanchi, Pakistan, mengabulkan permohonan mantan Presiden Jenderal Pervez Musharraf untuk bepergian ke luar negeri meskipun dia diadili dalam kasus pengkhianatan.

Namun dalam putusan Kamis (12/06), pengadilan mengharuskan Musharraf berada di dalam negeri selama 15 hari mendatang seandainya pemerintah ingin mengajukan banding.

Mantan penguasa Pakistan itu berstatus dilarang keluar negeri. Ia diadali atas dakwaan pengkhiatan, tetapi membantah tuduhan itu dan menyebut kasusnya bermuatan politik.

Dakwaan ini dikenakan setelah Musharraf kembali dari pengasingan tahun lalu. Selain pengkhiatan, ia juga menghadapi sejumlah dakwaan serius lain.

Pengacara Musharraf Farogh Naseem mengatakan kepada BBC bila pemerintah tidak mengajukan banding sehingga kliennya bebas bepergian keluar negeri, Musharraf tetap ingin kembali ke negaranya guna membersihkan nama baiknya.

Ia saat ini dikenai tahanan rumah. Ia dirawat di rumah sakit akibat nyeri dada pada Januari lalu.

Usaha Musharraf untuk mencabut namanya dari daftar cekal pernah dilakukan sebelumnya.

Pada April, Kementerian Dalam Negeri menolak permohonan larangan keluar negeri Musharraf meski ia mengatakan ingin menjenguk ibunya yang sedang sakit di Dubai.

Berita terkait