Kesepakatan Uni Eropa dengan Ukraina, Georgia dan Moldova

Ukraina dan Uni Eropa Hak atas foto AP
Image caption Kesepakatan mencakup pengurangan bea cukai maupun penghapusan sebagian besar produk.

Uni Eropa menandatangani Kesepakatan Persekutuan dengan Ukraina, Georgia, dan Moldova, yang ditentang keras oleh Rusia.

Hal yang paling penting dalam kesepakatan adakah pengurangan bea cukai maupun penghapusan untuk sebagian besar produk, seperti dilaporkan wartawan bisnis BBC, Andrew Walker.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengatakan kesepakatan sebagai titik balik bersejarah bagi negaranya namun juga memperingatkan kepada para pemimpin yang berkumpul bahwa Ukraina sudah membayar mahal untuk itu.

Pendahulunya, Viktor Yanukovych, menolak kesepakatan tersebut dan memilih hubungan yang lebih dekat dengan Rusia sehingga memicu unjuk rasa berbulan-bulan yang menjatuhkan Yanukovych.

Setelah itu Rusia menduduki Provinsi Krimea dan dituding memicu kekerasan di kawasan Ukraina timur. Hari ini pemimpin Rusia memperingatkan konsekuensi yang lebih berat.

Kesepakatan yang baru dicapai ini menurut Komisi Eropa akan memberikan penghematan kepada para eksportir Ukraina dengan perkiraan hampir setengah miliar Euro setiap tahunnya.

Uni Eropa sejauh ini memlikii sejumlah kesepakatan dagang dengan sejumlah negara namun Komisi menggambarkan kesepakatan ini merupakan salah satu yang paling ambisius.

Sementara itu Badan Pengungsi PBB mengatakan terjadi peningkatan pesat penduduk yang mengungsi dari rumahnya di Ukraina Timur pada pekan lalu, dengan tambahan sekitar 16.400.

Krisis di Ukraina Timur sejauh ini membuat 54.400 orang mengungsi di dalam negeri sementara 110.000 meninggalkan Ukraina untuk menuju Rusia.

Berita terkait