Mesir batasi khotbah selama Ramadan

  • 30 Juni 2014
mesir batasi khotbah
Pemerintah Mesir berupaya membatasi pengaruh ulama Ikhwanul Muslimin.

Mesir mengumumkan pembatasan khotbah pada bulan Ramadan dan meminta para ulama fokus ke moralitas dan kepercayaan.

Menteri Agama Mokhtar Gomaa mengatakan khotbah selama bulan puasa harus dipastikan berisi hal yang "menyatukan dan bukan memisahkan masyarakat".

Gomaa menggambarkan khotbah saat negara itu di bawah presiden sebelumnya, Mohammed Morsi kental dengan muatan politik.

"Pidato agama terperngaruh politik yang mempengaruhi moral," kata Gomaa kepada para wartawan dalam jumpa pers pada hari pertama Ramadan.

"Kita berpacu melawan waktu untuk mencoba memulihkan moral," tambahnya.

Pembatasan itu merupakan bagian dari upaya yang dilakukan pemerintah Mesir dalam mengatur khotbah meyusul digulingkannya Presiden Mohammed Morsi tahun lalu menyusul kerusuhan besar.

Pemerintah Mesir berupaya membatasi pengaruh ulama yang disebutkan dekat dengan Ikhwanul Muslimin.

Dalam bulan-bulan terakhir ini, Mesir meloloskan undang-undang baru untuk membatasi unjuk rasa dan juga melarang partai Morsi, Ikhwanul Muslimin yang disebutkan sebagai organisasi teroris.

Mesir juga telah membatasi khotbah di masjid dan di tempat-tempat umum yang hanya boleh dilakukan ulama yang telah mendapatkan persetujuan.

Berita terkait