MH17: Negara Barat terus menekan Rusia

MH17 Hak atas foto Reuters
Image caption Keberadaan kotak hitam MH17 belum diketahui

Negara-negara Barat terus menuntut Rusia menekan para pemberontak pro-Rusia untuk memberikan akses penuh ke lokasi dimana pesawat MH17 Malaysia jatuh hari Kamis (17/07) lalu.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, menjelaskan dia mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Putin memiliki satu kesempatan terakhir untuk menunjukkan bahwa Moskow berniat membantu.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Sabtu (19/07), Rutte mengatakan ia memiliki percakapan telepon yang "mendalam" dengan Putin.

"Saya mengatakan kepadanya 'Waktu hampir habis bagi Anda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Anda memiliki niat baik','' kata Rutte.

Rute menambahkan orang-orang Belanda "marah" pada gambar tayangan tubuh yang diangkut di lokasi kecelakaan, dan meminta presiden Rusia "untuk menunjukkan bahwa ia akan melakukan apa yang diharapkan dari dirinya dan akan mengerahkan pengaruhnya".

Hingga Minggu (20/07) pagi keberadaan kotak hitam perekam penerbangan pesawat itu masih misteri.

Ukraina telah menuduh militan di lokasi kecelakaan mencoba untuk menghancurkan bukti adanya "kejahatan internasional".

Wartawan BBC Richard Galpin di lokasi mengatakan ia melihat mayat yang diangkut oleh pekerja darurat, tapi tidak jelas kemana mereka dibawa, atau apakah para pekerja setia kepada pemberontak atau pemerintah Kiev.

Berita terkait