Resolusi PBB untuk akses ke lokasi jatuhnya MH17

PBB Hak atas foto AP
Image caption Seluruh 15 anggota Dewan Keamanan PBB secara bulat menerima resolusi yang diusulkan Australia.

Dewan Keamanan PBB mengesahkan sebuah resolusi yang menuntut akses ke lokasi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di kawasan yang dikuasai pemberontak di Ukraina.

Selain meminta akses ke lokasi di Ukraina timur, resolusi mendesak diakhirinya kegiatan militer di sekitar wilayah tersebut.

Seluruh 15 anggota Dewan Kemanan secara bulat menerima usulan yang diajukan oleh Australia.

Keputusan dicapai setelah dilangsungkannya perundingan pada akhir pekan untuk mengatasi keberatan Rusia atas usulan itu, termasuk pembicaraan telepon antara Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Peradana Menteri Australia, Tony Abbot.

Resolusi juga menyerukan penyelidikan internasional yang menyeluruh dan mandiri atas jatuhnya pesawat MH17 yang membawa 298 orang tersebut.

Sebelumnya kelompok pemberontak pro-Rusia sudah memberikan izin untuk membawa jenazah korban dibawa ke kota Kharkiv dan diseraakan kepada para ahli internasional.

Negara-negara Barat menuding kelompok pemberontak menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines itu dengan menggunakan rudal yang berasal dari Rusia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kelompok pemberontak di Ukraina timur memberi izin jenazah korban di bawa ke Kharkiv.

Pemerintah Moskow sudah membantah tuduhan bahwa mereka memberi senjata kepada kelompok pemberontak di Ukraina timur.

Kementrian Pertahanan Rusia juga menyebutkan bawah satu pesawat militer Ukraina terbang dalam jangkauan tembak ke Malaysia Airlines sebelum pesawat itu jatuh.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, membantah tuduhan itu dengan mengatakan kepada stasiun CNN bahwa semua pesawat Ukraina berada di darat saat MH17 ditembak jatuh.

Dalam perkembangan lain, jaksa penutut umum di Belanda sudah memulai penyelidikan kejahatan perang atas jatuhnya pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

Berita terkait