Para orang tua murid Nigeria bertemu presiden

Presiden Goodluck Jonathan Hak atas foto AFP
Image caption Untuk pertama kalinya Presiden Goodluck Jonathan bertemu dengan orang tua para siswi yang dicuik.

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, untuk pertama kalinya bertemu dengan orang tua dari murid perempuan yang diculik militan Islam lebih dari tiga bulan lalu.

Lebih dari 150 orang tua -yang dibawa dengan menggunakan pesawat carter dari pemerintah- hadir dalam pertemuan itu.

Presiden Jonathan berada di bawah tekanan untuk bertemu dengan para orang tua sandera, yang mengkritik pemerintah menangani krisis tersebut dengan amat buruk.

Pekan lalu para orang tua mundur dari rencana pertemuan dengan presiden karena kecurigaan pertemuan dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Penculikan lebih dari 200 anak perempuan yang berusia 15 hingga 18 tahun oleh kelompok militan Boko Haram itu, pada pertengahan April, memicu kemarahan masyarakat internasional.

Boko Haram sudah mengajukan tawaran untuk membebaskan mereka untuk diganti dengan para pejuang mereka yang ditahan oleh aparat keamanan namun tawaran itu ditolak pemerintah Nigeria.

Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, dan Israel memberikan bantuan dalam operasi pembebasan para anak perempuan itu, yang diyakini berada di kawasan Hutan Sambisa, di dekat perbatasan Nigeria dengan Kamerun.

Presiden Jonathan, yang beyang baru pertama kali bertemu dengan para orang tua korban- menegaskan berullang kali bahwa prioritasnya adalah 'dipulangkannya kembali' murid-murid perempuan itu.

Berita terkait