Israel tingkatkan aksi pengeboman di Gaza

Hak atas foto AFP
Image caption Puing-puing dari rumah kosong mantan Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh di Gaza.

Serangan Israel ke Gaza melalui udara, darat, dan laut semakin ditingkatkan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan berhenti sampai misinya selesai.

Senin (29/07) malam, suasana mencekam menyelimuti Gaza ketika sekitar 60 serangan udara menghantam gedung stasiun televisi dan radio, serta semua tempat yang berhubungan dengan Hamas.

Setidaknya 60 warga Palestina tewas, menurut pejabat kesehatan setempat.

Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan akan terus menyerang sampai tujuannya tercapai.

Dalam sebuah pernyataan di televisi, dia menekankan pentingnya menghancurkan terowongan yang membentang di bawah perbatasan Gaza dan Israel untuk mencegah militan menyusup.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengungkapkan kekhawatirannya atas adanya laporan bahwa Israel meyebarkan peringatan untuk meminta warga Gaza utara untuk pergi.

Dia mengatakan PBB tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi gelombang pengungsi. Namun Israel mengatakan mereka memberi peringatan agar dapat meminimalisir korban jiwa.

Gedung-gedung runtuh

Hingga kini, pejabat resmi Palestina mengatakan 1.115 warga - mayoritas sipil - telah tewas sejak 8 Juli. Di sisi lain, Israel telah kehilangan 53 tentara dan tiga warga sipil.

Hak atas foto AP
Image caption Sekolah, rumah sakit, dan masjid ikut kena sasaran.

Dalam perkembangan lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Israel bertindak seperti "anjing gila" dan menyerukan umat Islam untuk mempersenjatai warga Palestina sehingga mereka bisa melawan upaya "genosida".

Sebanyak 55 rumah hancur dalam serangan Israel Senin malam dan sejumlah orang tertimbun reruntuhan di setidaknya tiga rumah, kata pejabat keamanan Palestina kepada BBC.

Rumah kosong milik mantan Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh hancur, begitu juga sembilan gedung, tiga masjid, gedung pemerintah, serta gedung stasiun tv dan radio Hamas.

Pelabuhan Gaza rusak dan dua sekolah serta satu taman kanak-kanak terbakar, kata sumber keamanan kepada BBC.

Menurut Kementerian Kesehatan, dalam kurun waktu 24 jam, sebanyak 110 orang tewas dan 60 di antaranya meninggal setelah lewat tengah malam.

Berita terkait