Kenya perketat perbatasan cegah Ebola

  • 17 Agustus 2014
Ebola Hak atas foto AFP
Image caption Medecins Sans Frontieres menyebutkan butuh enam bulan atasi Ebola

Kenya melarang pengunjung dari negara Guinea, Liberia dan Sierra Leone masuk ke negara tersebut, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Ebola.

Menteri kesehatan Kenya, mengatakan pengecualian diberikan kepada warga negara Kenya dan petugas medis yang terbang dari negara-negara tersebut, yang akan tetap diizinkan masuk.

Maskapai nasional Kenya Airways mengatakan akan menghentikan penerbangan ke Liberia dan Sierra Leone ketika larangan berlaku pada Rabu.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan Kenya menghadapi "risiko tinggi" Ebola karena merupakan pusat transportasi.

Epidemi berawal di Guinea pada Februari, dan sejak itu menyebar ke Liberia, Sierra Leone dan Nigeria. Keempat negara tersebut telah mengumumkan status darurat terkait penyebaran Ebola.

Hak atas foto AFP
Image caption Penyebaran virus Ebola melalui penerbangan disebutkan kecil

Jumat lalu, angka kematian akibat virus Ebola meningkat menjadi 1.145 setelah WHO melaporkan 76 kasus kematian baru dalam dua hari pada 13 Agustus lalu. Laporan menyebutkan jumlah kasus Ebola mencapai 2.127.

Menteri Kesehatan mengatakan risiko transmisi Ebola selama penerbangan rendah.

Sebelumnya, kementerian kesehatan Kenya menyatakan hasil tes terhadap empat kasus Ebola di negara tersebut negatif. Kasus itu dialami dua warga Nigeria, satu orang dari Liberia, dan Zimbabwe.