Australia 'akan bebaskan' pencari suaka anak-anak

Pencari suaka ke Australia Hak atas foto AFP
Image caption Para pencari suaka, antara lain dari Sri Lanka ini, biasanya menggunakan jalur laut lewat Indonesia.

Pemerintah Australia mengatakan akan membebaskan sekitar 150 pencari suaka anak-anak yang saat ini berada di tahanan negara itu.

Menteri Imigrasi Scott Morrison mengatakan anak-anak di bawah usia 10 tahun dan keluarga mereka akan diberi visa sementara. Mereka yang akan mendapat kemudahan ini adalah pencari suaka yang tiba sebelum 19 Juli 2013.

Kebijakan baru yang diambil menyusul kecaman dari kelompok-kelompok hak asasi manusia, tidak akan berlaku bagi sekitar 900 anak-anak di atas umur 10 tahun yang ditahan di wilayah Australia atau mereka yang berada di pusat tahanan di Papua Nugini dan Nauru.

Mereka yang akan dibebaskan saat ini menghuni tahanan di wilayah Australia atau di pusat-pusat tahanan yang dijalankan oleh masyarakat.

"Kami akan akan memasukkan mereka ke program peralihan sebanyak mungkin yang tidak hanya memberikan visa tinggal sementara ketika kasus mereka sedang diproses, tetapi juga mengurangi biaya yang ditanggung pembayar pajak," kata Morrison seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (19/08).

Australia memperketat kebijakan pencari suaka selama beberapa tahun terakhir menyusul peningkatan pesat jumlah pencari suaka yang menggunakan perahu, lapor wartawan BBC di Sydney Jon Donnison.

"Kebijakan itu berhasil. Jumlah pencari suaka menurun tajam. Tetapi pemerintah masih belum tahu apa yang akan dilakukan terhadap mereka yang sudah berada di Australia sementara menunggu proses suaka," jelasnya.

Di Australia sendiri, tidak semua kalangan mendukung kebijakan ketat pemerintah. Baru-baru ini sekelompok pemuka Kristen menuduh Departemen Imigrasi melakukan pelecehan terhadap anak-anak.

Berita terkait