Gencatan senjata di Gaza diperpanjang

gaza Hak atas foto Reuters
Image caption Lebih dari 16.000 rumah di Gaza hancur sejak Israel memulai serangan pada 8 Juli lalu.

Gencatan senjata di Gaza diperpanjang selama 24 jam setelah perundingan berlangsung di Kairo, Mesir, ujar sejumlah pejabat Palestina dan Israel kepada BBC.

Gencatan senjata sebelumnya diterapkan pada Rabu (13/08) lalu dan rampung Senin (18/08) tengah malam waktu setempat.

Melalui perpanjangan masa gencatan senjata, delegasi Palestina dan Israel akan bisa meneruskan negosiasi untuk gencatan senjata permanen.

Dalam perundingan di Kairo, juru runding Palestina, Qais Abdul Karim, mengatakan pihak Israel menginginkan jaminan bahwa milisi Hamas dan faksi-faksi lainnya di Gaza akan dilucuti.

Adapun pihak Palestina menghendaki pemerintah Israel dan Mesir membuka blokade terhadap Gaza tanpa syarat.

Sejauh ini, Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan senjata mereka. Sedangkan Israel berkeras tidak membuka blokade Gaza sepenuhnya lantaran khawatir milisi Hamas akan memanfaatkan perbatasan yang terbuka untuk menyelundupkan senjata.

Hak atas foto AFP
Image caption Kehancuran belasan ribu rumah di Gaza berdampak terhadap 100 ribu warga Palestina.

Israel juga mengaku risau Hamas akan kembali membangun jaringan terowongan apabila impor bahan bangunan ke Gaza dilonggarkan.

Kehancuran luar biasa

Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Timur Tengah, Robert Serry, menyatakan PBB siap mengawasi pengiriman bahan bangunan ke Gaza.

Menurutnya, impor bahan bangunan krusial lantaran kehancuran luar biasa di Gaza telah meningkatkan kebutuhan kemanusiaan ke taraf yang belum pernah ada sebelumnya.

Serry kemudian mengutip data yang menyebutkan sekitar 16.800 unit rumah di Gaza hancur sehingga berdampak kepada 100 ribu warga Palestina.

Lebih jauh, lebih dari 100 fasilitas milik Badan PBB untuk pengungsi Palestina telah rusak.

Sejak serangan Israel memulai serangan ke Gaza pada 8 Juli lalu, sedikitnya 2.016 orang Palestina dan 66 orang Israel tewas.

Berita terkait