Diaspora 'tidak bisa hentikan' Daulah Islamiyah

  • 22 Agustus 2014
diaspor
Diaspora menyimpan server pribadi yang tidak bisa dikontrol administrator.

Kelompok di belakang jejaring sosial yang digunakan milisi Daulah Islamiyah mengakui tidak bisa mencegah penyebaran informasi ekstremis.

Diaspora adalah jejaring yang menyimpan sejumlah server independen yang tidak bisa dikontrol administrator manapun.

Daulah Islamiyah (DI, alias ISIS) diyakini berpindah ke Diaspora setelah Twitter meningkatkan lamgkah menutup akun.

Dalam seminggu terakhir, Twitter membuang akun anggota dan pendukung DI, lapor wartawan BBC Dave Lee.

Pencipta Diaspora mengatakan mereka "mengkhawatirkan" sejumlah aktivitas.

Mereka menulis lewat blog, "Sejumlah koran melaporkan beberapa anggota DI membuat akun Diaspora untuk menyebarkan informasi tentang kegiatan kelompok mereka."

"Di masa lalu, mereka menggunakan Twitter dan platform lain, sekarang mereka berpindah ke perangkat lunak bebas dan terbuka."

Jaringan Diaspora tersebar pada sejumlah server mandiri, atau pods, yang tidak dikontrol tim Diaspora.

"Karena itulah tim inti tidak dapat mengubah atau menghapus informasi tertentu."

Diaspora diluncurkan pada tahun 2010, didanai kelompok yang dibentuk empat mahasiswa di New York, Amerika Serikat.

Berita terkait