Krisis Ukraina ubah doktrin militer Rusia

  • 2 September 2014
Rusia ukraina Image copyright Reuters
Image caption Ketegangan antara Rusia dan negara-negara NATO meninggi karena konflik di Ukraina.

Rusia akan mengubah doktrin militernya sebagai akibat dari krisis Ukraina dan kehadiran NATO di Eropa Timur, kata seorang pejabat tinggi Rusia.

Mikhail Popov, seorang penasihat untuk Kremlin, mengatakan bahwa hubungan yang memburuk dengan Amerika Serikat dan NATO akan tercermin dalam strategi militer yang diperbarui tersebut.

NATO mengatakan pada hari Senin (01/09) bahwa organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu akan meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur guna melindungi para anggotanya.

Pasukan Ukraina sedang bertempur melawan para pemberontak pro-Rusia di Ukraina Timur.

Sekitar 2.600 orang telah meninggal sejak pertempuran dimulai bulan April.

Menteri pertahanan Ukraina pada hari Senin menuduh Rusia melancarkan "perang besar" yang dapat mengorbankan puluhan ribu jiwa.

Namun pernyataan ini dibantah Rusia yang menyangkal secara aktif mendukung para pemberontak.

Popov yang menjabat wakil sekretaris Dewan Keamanan Nasional Rusia dikutip oleh kantor berita Rusia RIA mengatakan bahwa "infrastruktur militer para anggota NATO makin mendekati perbatasan (Rusia) termasuk melalui perluasan wilayah".

Tindakan-tindakan NATO merupakan salah satu "ancaman eksternal" utama bagi Rusia, katanya.

Berita terkait