Ibu sandera Jepang minta ISIS bebaskan putranya

Goto Hak atas foto AP
Image caption Seorang pemandu wisata Suriah memegang telepon genggam yang memperlihatkan foto Kenji Goto.

Ibu dari salah seorang warga negara Jepang yang ditahan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam, yang sebelumnya dikenal dengan ISIS, meminta agar putranya, Kenji Goto, dibebaskan.

Permintaan ini muncul hanya beberapa jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan oleh para militan untuk membayar uang tebusan guna membebaskan para sandera itu.

Tenggat waktu itu kini sudah terlewati.

ISIS mengancam akan membunuh Goto, seorang jurnalis, dan sandera lainnya, Haruna Yukawa, kecuali jika Jepang membayar sebesar $US200 juta dolar, jumlah yang sama yang baru-baru ini dijanjikan oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk diberikan kepada negara-negara yang memerangi kelompok militan itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang pria di Tokyo berjalan melewati layar-layar televisi yang menampilkan berita penyanderaan warga negara Jepang.

Namun, Jepang mengatakan pada hari Jumat (23/01) bahwa pemerintah masih terus berusaha membebaskan kedua sandera itu meskipun tenggat waktu sudah berlalu.

Ketua Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan dalam sebuah jumpa pers bahwa situasinya masih tetap "parah", tetapi pemerintah Jepang masih terus berusaha bekerja sama dengan semua negara, pemimpin suku dan perwakilan agama yang mungkin memiliki hubungan demi membebaskan kedua tahanan tersebut.

Perdana Menteri Abe sudah mengatakan sebelumnya bahwa nyawa kedua pria itu sangat berharga tetapi Jepang tidak akan tunduk pada terorisme.

Berita terkait