Tim SAR masih cari 12 penumpang TransAsia

Hak atas foto CNA
Image caption Pesawat TransAsia jatuh di Sungai Keelung, Taipei.

Tim SAR Taiwan melanjutkan upaya pencarian 12 penumpang pesawat TransAsia yang jatuh di sebuah sungai di Taipei, Rabu (04/02) pagi waktu setempat.

Sejauh ini sebanyak 31 orang ditemukan dalam kondisi tewas di dalam pesawat yang jatuh di Sungai Keelung. Di antara puluhan korban tewas terdapat pilot dan kopilot.

Adapun sebanyak 15 korban mampu dievakuasi dalam kondisi hidup.

Guna mencari 12 penumpang lainnya, pemerintah Taiwan mengerahkan alat-alat berat demi mengangkat badan pesawat yang sebagian terbenam di dasar sungai.

Tim SAR menduga penumpang yang belum ditemukan masih terjebak di antara reruntuhan pesawat.

Jembatan

Insiden itu berawal usai pesawat baling-baling ATR-72 bertolak dari Bandara Songshan, Taipei, ke Pulau Kinmen di lepas pantai Kota Xiamen, Cina.

Tayangan video amatir memperlihatkan pesawat terbang menukik melintasi jembatan sesaat setelah lepas landas.

Hak atas foto Reuters
Image caption Rekaman video amatir menunjukkan bagaimana pesawat menukik sesaat setelah lepas landas dari Bandara Songshan, Taipei.

Komunikasi terakhir antara pilot dan menara kendali ialah, “Mayday, mayday, engine flame out". Isi pembicaraan itu tidak langsung diverifikasi oleh pemerintah Taiwan.

Direktur TransAsia, Peter Chen, mengaku penyebab insiden belum diketahui.

“Sebenarnya pesawat itu adalah model terbaru dan belum pernah dipakai selama setahun,” kata Chen.

Untuk mengetahui penyebab insiden, aparat Taiwan akan menganalisa data kotak hitam yang telah diambil dari reruntuhan pesawat.

Dua penyelidik penerbangan dari Prancis dan empat orang dari ATR dikirim ke Taiwan untuk membantu proses analisa. ATR ialah pesawat buatan Prancis dan Italia.

TransAsia, yang melayani penerbangan di Taiwan dan Cina, pernah jatuh di Penghu di tengah cuaca buruk, pada 2014 lalu. Insiden itu menewaskan 48 orang.

Berita terkait