Polisi Australia tahan dua tersangka terkait ISIS

Hak atas foto Getty
Image caption Penahanan kedua pria merupakan bagian dari operasi penggerebekan yang dilakukan setelah drama penyanderaan, Desember 2014 lalu.

Unit anti-teror kepolisian Australia menyatakan telah menahan dua pria di Kota Sydney atas tuduhan perencanaan serangan teror.

Kedua pria, yang masing-masing berusia 24 dan 26 tahun, dijadwalkan menghadap pengadilan pada Rabu (11/01).

Berdasarkan keterangan polisi, bendera kelompok milisi Negara Islam atau ISIS dan sebilah pisau berburu ditemukan di rumah mereka yang terletak di Fairfield, pinggiran Kota Sydney.

Sebuah rekaman video berisi rincian mengenai serangan atas nama ISIS juga ditemukan.

“Kami menuduh kedua pria ini bersiap melakukan aksi kemarin (Selasa, 10 Februari 2015),” ujar Deputi Komisaris Kepolisian New South Wales Catherine Burn.

Kedua pria itu, lanjut Burn, tidak dikenal oleh polisi. Bahkan kesatuan anti-teror baru menyadari keberadaan mereka setelah mendapat informasi pada Selasa (10/02).

Hak atas foto Getty
Image caption Catherine Burn mengatakan aksi polisi didasari informasi yang didapat pada Selasa (10/02).

Penggerebekan

Penangkapan kedua pria itu merupakan bagian dari operasi penggerebekan terhadap individu-individu yang dicurigai anggota dan simpatisan ISIS. Sejauh ini, sedikitnya 11 orang telah ditahan di Sydney dan Brisbane dengan tuduhan pelanggaran terkait aksi terorisme.

Operasi tersebut dilakoni setelah seorang pria bernama Man Haron Monis menyandera 18 orang di sebuah kafe di Sydney, 15 Desember 2014 lalu. Penyanderaan yang berlangsung selama 16 jam tersebut berakhir ketika aparat keamanan Australia menyerbu.

Sebanyak dua tawanan tewas, yakni manajer kafe Tori Johnson, 34, dan barista bernama Katrina Dawson, 38 tahun.

Adapun pelaku penyanderaan, Man Haron Monis, tewas setelah menembak dirinya sendiri.

Berita terkait