Turki akan menyelenggarakan pemilihan umum

Pendukung AKP Hak atas foto Reuters
Image caption Pendukung AKP mengibarkan bendera dalam pawai mereka di ibu kota Ankara.

Para pemimpin politik di Turki menyelenggarakan pawai terakhir Sabtu 31/10 menjelang diselenggarakannya pemilu hari Minggu.

Pemilu ini merupakan ulangan dari pemilu bulan Juni lalu ketika Partai Kesejahteraan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin oleh Presiden Turki saat ini, Recep Tayyip Erdogan kehilangan posisi mayoritasnya.

Kantor berita AFP melaporkan Partai AKP diperkirakan akan meraih 40 hingga 43 persen suara. Diperkirakan, angka ini akan mengarah pada pembentukan pemerintahan koalisi lagi di sana.

Perdana Menteri Ahmet Davutogluyang juga berasal dari AKP mengatakan pemilu kali ini bisa diibaratkan sebagai "referendum untuk menentukan masa depan Turki".

Davutoglu menyatakan perlunya "pemerintahan yang kuat di saat yang genting ini".

Namun pihak oposisi mengkhawatirkan bahwa itu akan menjadi jalan masuk bagi terbentuknya pemerintahan militer di Turki.

Turki saat ini berada dalam kondisi tegang sesudah berbagai konflik meruncing di sana dengan terjadinya serangan kelompok pejihad maupun meningkatnya ketegangan dengan etnis Kurdi.

Bulan lalu, demonstrasi yang digerakkan oleh partai HDP di ibu kota Ankara diserang oleh ledakan bom yang menewaskan lebih dari seratus orang.

Serangan itu dianggap sebagai serangan terbesar dalam sejarah Turki modern.

Wartawan BBC melaporkan para pemilih khawatir terhadap persoalan ekonomi yang menimpa negara itu serta keadaan demokrasi di sana.

Berita terkait