Perahu pencari suaka masuki wilayah Australia

Perahu pencari suaka
Image caption Foto ini menunjukkan perahu pencari suaka mencapai Kepulauan Christmas pada tahun 2012.

Sebuah perahu yang mengangkut para pencari suaka dilaporkan berhasil mencapai Kepulauan Cocos, Australia.

Ini merupakan perahu pertama yang lolos ke wilayah Australia dalam dua tahun terakhir sejak Australia memperketat perbatasan.

Jumlah para pencari suaka mengalami penurunan setelah pemerintah negara itu memperkenalkan kebijakan baru yang lebih tegas, termasuk menarik balik perahu-perahu pengungsi yang masuk wilayahnya.

Australia juga mengirimkan semua pencari suaka yang dicegat ke lokasi lepas pantai seperti Pulau Manus di Papua Nugini dan Nauru.

Perahu itu dikabarkan tiba di Kepulauan Cocos pada Senin pagi (2/5). Mereka tiba sekitar 500 meter dari Pulau Home sebelum dihentikan oleh petugas berwenang Australia.

Namun, Departemen Imigrasi Australia tidak mengomentari peristiwa tersebut.

Kepulauan Cocos terdiri beberapa pulau kecil dan terumbu karang yang terletak di antara Sri Lanka dan Samudera Hindia, namun masuk dalam wilayah teritorial Australia.

Pemerintah Australia mengatakan perjalanan para pencari suaka itu berbahaya serta dikendalikan oleh kelompok-kelompok kriminal, dan mereka memiliki kewajiban untuk menghentikannya.

Namun, sejumlah kritikus mengatakan sikap Australia yang menolak kedatangan pemcari suaka bermotif rasial dan dapat merusak reputasi negara itu.

Dua pencari suaka di Nauru membakar diri dalam dua minggu terakhir, termasuk seorang pria Iran berusia 23 tahun yang meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Australia dan pencari suaka
  • Jumlah para pencari suaka ke Australia yang datang dengan perahu meningkat tajam pada 2012 dan awal 2013.
  • Puluhan orang tewas dalam perjalanan mencari suaka.
  • Untuk menghentikan arus masuk para pencari suaka, pemerintah Australia melakukan pencegahan dengan membuat langkah-langkah tegas.
  • Setiap orang yang tiba kemudian ditahan. Di bawah kebijakan, para pencari suaka diproses di pusat-pusat detensi di Nauru dan Pulau Manus di Papua Nugini.
  • Pemerintah juga menerapkan kebijakan untuk menarik balik perahu pengungsi.

Berita terkait