Korban serangan truk di Nice berasal dari banyak negara

korban Hak atas foto AFP Getty
Image caption Karangan bunga, lilin dan warga berkumpul di dekat tempat pengemudi truk menabrakkan kendaraannya ke kerumunan orang di Nice.

Anak-anak dan warga dewasa, penduduk setempat dan wisatawan adalah bagian dari korban meninggal dan luka parah ketika sebuah truk ditabrakkan ke kerumunan orang di pantai terkenal Nice, Promenade des Anglais.

Jaksa Prancis, Francois Molins, saat berbicara kepada media pada Jumat (15/07) mengatakan, "Kami mengutuk meninggalnya 84 orang."

"Dua ratus dua orang terluka termasuk 52 orang yang dalam kondisi kritis, 25 di antara mereka dalam perawatan intensif."

"Saya juga ingin menyampaikan penghormatan kepada semua badan pemerintah yang dikerahkan terkait serangan ini," tambah Molins.

Dari 84 orang yang meninggal adalah Fatima Charrihi. Anak laki-lakinya mengatakan ibunya adalah salah satu orang pertama yang meninggal.

"Yang bisa saya katakan adalah dia memakai kerudung dan menjalankan Islam dengan sepatutnya. Islam yang sebenarnya, bukan versinya teroris."

Korban lainnya, menurut sejumlah laporan, adalah wakil komandan polisi perbatasan Nice, Jean-Marc Leclerc.

Tiga orang dari Jerman adalah bagian dari kelompok korban hilang, kata para pejabat Berlin.

Sebuah laporan yang belum dikukuhkan menyebutkan tiga kelas dari sekolah Berlin berada di tempat berjalan-jalan tersebut. Seorang guru dan dua anak-anak menjadi korban.

Korban lainnya adalah warga Prancis yang bernama Robert Marchand, 60 tahun, pegawai pabrik dari Marcigny, kota kecil di Prancis timur. Dia juga seorang orang tua dan pelatih di klub olahraga.

WNI dipantau

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga Ukraina meletakkan karangan bunga di depan Kedutaan Prancis di Kiev untuk mengenang korban serangan Nice.

Wisatawan Amerika, Sean Copeland, 51 tahun dan anak laki-lakinya, Brodie, 11 tahun, juga meninggal. Brodie adalah anggota tim baseball di Texas. Timnya menaruh pernyataan di Facebook," Istirahat dengan damai, Brodie dan Sean, Anda akan dikenang banyak orang."

Mahasiswi Rusia, Viktoria Savchenko, juga menjadi korban meninggal, menurut Akademi Keuangan Moskow, tempatnya belajar.

Seorang warga Swiss juga tewas, demikian dipastikan pejabat negara itu. Mereka tidak memberikan rincian, tetapi sejumlah laporan menyebutkan korban adalah perempuan berumur 54 tahun yang sedang berlibur dengan suaminya. Pasangannya selamat.

Kementerian Luar Negeri Armenia juga memastikan dua warganya meninggal.

Sampai sejauh ini belum didapat laporan korban warga Indonesia, demikian pantauan petugas Konsulat Jenderal Indonesia di Marseille yang juga membawahi Nice, Robert Sitorus. Pada Jumat (15/07) ia berada di Nice untuk memantau WNI.

Menurutnya, terdapat sekitar 50 warga Indonesia yang tinggal di Nice. Namun jumlah mereka mungkin lebih banyak karena tak semuanya mendaftarkan diri di perwakilan Indonesia.

Berita terkait