Bangunan tahan gempa

Rumah hancur di Padang
Image caption Apakah bangunan tahan gempa diperlukan di daerah rawan seperti Indonesia?

Gempa kuat yang mengguncang Padang Oktober lalu, selain menelan korban jiwa juga menyebabkan puluhan ribu rumah dan bangunan hancur.

Pemerintah memperkirakan ribuan orang masih terperangkap di reruntuhan bangunan.

Hampir semua gedung di Padang terkena, lebih 20 ribu bangunan rusak parah atau hancur. Sumatra termasuk daerah rawan gempa, dan pemerintah setempat telah melakukan sejumlah simulasi untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

Namun dengan banyaknya bangunan yang hancur ini, apa langkah yang perlu diperhatikan pemerintah? Struktur bangunan yang tahan gempa? Membatasi ketinggian bangunan? Atau apakah anda memiliki saran lain untuk menekan jumlah korban bila terjadi bencana?

"Kemajuan pembangunan tidak mungkin ditahan dan dihambat, sehingga pembangunan gedung-gedung tinggi perkantoran, hotel, dan lain-lain pasti ada. Satu2-nya cara adalah setiap pembangunan infrastruktur gedung harus disertai struktur tahan gempa, walaupun mungkin lebih mahal tapi untuk kedepan lebih selamat," Teddy Handoko, Medan.

"Menurut saya bentuk rumah panggung itu sangat bagus untuk di daerah rawan gempa. Konstruksinya yang bukan dari beton bisa mengurangi dampak hancurnya bangunan,sehingga kalaupun terjadi gempa,bangunan tidak ikut hancur," Ariany, Cimahi, Bandung.

"Tidak ada jalan lain, kontruksi bangunan harus sesuai izin mendirikan bangunan. Pemerintah harus tegas, warga harus diplin. Kalau tidak tunggulah kehancuran. Pendapat para pakar yg menyebut akan terjadi gempa lebih dahsyad berpusat di perairan Kepulauan Mentawai haruslah menjadi pemikiran bersama," Syamsoedarman, Padang.

"Struktur bangunan tahan gempa tentu sangat diperlukan di daerah rawan gempa seperti Sumatera, karena hal ini akan berguna dalam meminimalisir resiko bencana," Amelia, Banjarmasin.

"Material bangunan yang terdistribusi kekolom atau tiang diperingan. Kolom beton diperbesar dengan pembesian dilebihkan dan diikat balok dan pondasi, jika rumah kayu kolom ada balok ikat angin," M Sachori, Makasar.