Terbaru  9 Juni 2010 - 11:26 GMT

Dana aspirasi, perlukah?

suasana sidang DPR

DPR menyebut dana aspirasi untuk pemerataan pembangunan

Beberapa anggota DPR mengusulkan dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar per satu anggota DPR per tahun.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan dana ini ditujukan untuk pemerataan pembangunan.

Dengan dana ini nantinya akan ada alokasi anggaran untuk proyek pembangunan daerah pemilihan masing-masing wakil rakyat.

Bila disetujui, negara harus mengeluarkan Rp 8,4 triliun mulai tahun depan.

Usul ini langsung ditentang berbagai kalangan. Seorang guru besar ilmu komunikasi politik di Jakarta menyebut usul ini "ngawur" karena akan mengubah fungsi DPR sebagai makelar proyek dan merupakan pelanggaran konstitusi.

Beberapa LSM mengatakan pelaksanaan dana ini rawan korupsi.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Namun Golkar, salah satu pengusul dana ini meminta semua pihak untuk mendalami terlebih dahulu konsep dana aspirasi ini.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin juga mengatakan di era otonomi dan desentralisasi, semua upaya penguatan daerah sepatutnya didukung.

Penentangan terhadap usul dana aspirasi makin tak terbendung. Namun Golkar sepertinya belum patah arang.

Sekarang partai ini akan mendorong alokasi dana pembangunan pedesaan sebesar Rp 1 miliar untuk setiap desa atau kelurahan.

Apa pendapat Anda?

Kirim pendapat anda dengan mengisi formulir di samping.

Anda juga bisa mengirim pendapat melalui SMS ke nomor +44 77 86 20 00 50.

Atau melalui nomor telepon bebas pulsa 0800 140 12 28 yang kami buka setiap Senin hingga Jumat pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Jangan lupa sebutkan nama dan asal kota anda.

Acara Ungkapan Pendapat disiarkan setiap Kamis pukul 18.00 dan Senin pukul 05.00 WIB.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.