Studi banding PSSI ke luar negeri

Unjuk rasa menentang Nurdin Halid Hak atas foto AFP
Image caption Sejumlah kalangan menuntut Nurdin Halid turun sebagai ketua umum PSSI

PSSI merencanakan studi banding ke Eropa termasuk Inggris dan Spanyol, dengan sejumlah klub Liga Super Indonesia.

Rencana studi banding ke Eropa ini dilakukan menjelang kongres PSSI yang akan dilakukan dua kali -- untuk mengangkat komite pemilihan dan komite banding pada akhir Maret dan memilih ketua umum baru pada 29 April mendatang.

Rencana kunjungan Nurdin Halid dan para anggota PSSI lain selama 10 hari ke klub-klub bola Eropa itu ditujukan untuk melakukan perbandingan pengelolaan liga.

Awal Maret ini, Federasi Sepak Bola Internasional, FIFA,mengeluarkan pernyataan bahwa secara normatif Nurdin Halid tidak boleh dipilih lagi sebagai ketua umum PSSI setelah Komisi Banding PSSI menganulir pencalonan dirinya bersama tiga calon lain termasuk pengusaha Arifin Panigoro.

Namun PSSI meragukan keputusan FIFA yang melarang pencalonan kembali ketua umum Nurdin Halid.

Nurdin Halid sendiri yang sudah menjabat selama 10 tahun membantah tudingan bahwa FIFA melarangnya mencalonkan diri kembali karena dia pernah dipenjara dalam kasus korupsi.

Apakah perlu melakukan studi banding ke luar negeri di tengah kekisruhan soal ketua umum PSSI? Apakah bisa upaya ini meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia? Atau upaya ini hanya sekedar mengalihkan perhatian di tengah kritikan banyak pihak terhadap kepemimpinan Nurdin Halid?

Tulis komentar anda di kolom samping, jangan lupa nama serta asal kota anda.

Komentar juga kami tunggu melalui nomor telpon bebas pulsa 0800-140-1228 yang kami buka hari Senin sampai Jumat pukul 16:00 sampai 20:00 WIB.

Ragam pendapat

"Studi banding untuk apa? Apakah periode mendatang Nurdin berkuasa lagi untuk implementasi hasil studi banding." Kris, Semarang.

"PSSI sama dengan DPR, makai alasan studi banding." Sugesti Sjahril Laras, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Mendingan kata saya, yang sudah dipilih jangan mencalonkan diri lagi karena akan menyengsarakan rakyat/suporter." Soni Rusdiyan, Serang.

"PSSI hanya ingin jalan-jalan saja. Ya lumayan sambil nyelam minum air." Christian Usmanov,Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Dibuat peraturan maksimum dua periode jadi Ketua PSSI." Frans, Jakarta.

"Pak Nurdin memang 'kreatif' dalam ketidakbaikan. Tidak bisakah dia dengan 'legawa' melepas jabatannya sesuai dengan peraturan yang ada. Itu merupakan salah satu sikap sportif dan demi kemajuan sepak bola di negeri ini. Bukannya mencari celah-celah untuk memperkuat posisinya." Wadiyo, Surabaya.

"Hanya akal-akalan Nurdin Halid dan kroni-kroninya." Wilman Guci, Jakarta.

"Hmmmmmm...cap├Ęk!" Buby Habibie, Surabaya.

"Setelah terjadi berita yang simpang siur mengenai pemilihan ketua baru PSSI, antara PSSI dan pemerintah mengklaim mereka yang betul dan saling menyalahkan, maka pendapat saya baik bagi mereka melakukan studi banding, wakil PSSI, dan wakil pemerintah harus sama-sama jalan. Tentang pencalonan Nurdin dan tiga orang lainnya sudah batal, mengikut statuta PSSI karena sudah didiskualifikasi oleh Komite Banding. Tapi kalau statuta FIFA kan belum, sebab kongres yang akan datang adalah kongres baru. Jadi keempat orang itu masih boleh mencalonkan diri. Nanti komite verifikasi akan mengesahkan calon yang layak. Seterusnya komite banding yann membuat keputusan final. Jadi bagi yang anti Nurdin hendaklah berpikiran waras." Capalo Somak, Kuala Lumpur.

"Buat cari dukungan Nurdin. Kalau seperti ini pasti sudah gampang buat beli suara." Gonzalo Herisn,Komunitas BBC Indonesia di Facebook.