Pembangunan infrastruktur lamban?

Terbaru  10 Juni 2011 - 22:21 WIB
Pengerukan sungai di Yogyakarta

Banyak jalan dan jembatan rusak sehingga menghambat pemasaran hasil bumi

Pemerintah Indonesia berjanji akan meningkatkan pembangunan infrastruktur dan menggalakkan pemberantasan korupsi yang dianggap menghambat pertumbuhan ekonomi dan penanaman modal asing.

Janji tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa Rabu (8/6) menyusul penerbitan laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) tentang posisi Indonesia di peringkat Indeks Daya Saing Global.

Menurut laporan WEF, indeks daya saing Indonesia naik pesat sejak 2005. Indonesia kini berada di peringkat ke-44 dari 139 negara. Posisi Indonesia berada di atas Thailand (38) dan di bawah Vietnam (59) tetapi jauh tertinggal dari Singapura (3) dan Malaysia (26).

Namun di dalam laporan juga ditekankan bahwa Indonesia masih perlu berbenah diri di beberapa bidang termasuk infrastruktur, pemberantasan korupsi, dan kesehatan masyarakat.

"Kita akan memperbaiki masalah itu," kata Hatta Rajasa.

Sehari kemudian Menko Perekonomian mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapi dalam membangun infrastruktur.

"Untuk membangun infrastruktur saja, masalah pembebesan lahan adalah hal yang berbelit-belit, seperti pembangunan tol. Padahal itu untuk kepentingan publik. Karena itu harus didukung oleh UU, misalnya UU pengadaan lahan," kata Hatta Rajasa.

Pendapat Anda

Bagaimana pendapat Anda tentang pembangunan sarana dan prasarana di Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat?

Apakah pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya sesuai dengan kebutuhan dalam menggerakan roda ekonomi?

Infrastruktur apa saja yang paling mendesak dibangun di lingkungan Anda?

Tulis komentar Anda di kolom yang tersedia dan jangan lupa cantumkan nama dan asal kota Anda. Anda juga bisa mencantumkan nomor telepon sehingga kami bisa menelepon untuk merekam komentar Anda.

Bila lebih suka mengirim lewat SMS, pendapat Anda kami tunggu di +44 7786 20 00 50 dengan tarif sesuai yang dikenakan operator telepon seluler Anda.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Komentar

Berikut sebagian komentar Anda yang telah kami terima:

"Menurut saya yang sangat mendesak adalah jalan. Soalnya sangat banyak jalan yang rusak berat dan bahkan masih banyak yang belum di aspal, sementara di sisi lain ada jalan yang sempit sangat tidak layak mengingat pertumbuhan pengguna yang pesat. Sebenarnya ada juga pembangunan jalan baru di daerah saya namun sayang sangat asal-asalan atau kualitasnya sangat buruk dan tentu saja akan sangat cepat rusak, sepertinya ada semacan permainan para koruptor. Dan ini akan terlihar seperti gali lubang tutup lubang." Fkausar, Meulaboh.

"Bagaimana hasil bumi masyarakat di pedalaman akan dapat bersaing dengan yang lain jika untuk mengangkutnya saja susah?"

Kusdiyanto, Pemalang

"Menurut saya pembangunannya sangat lamban sekali, soalnya uangnya di korupsi terus. Kalau pesat atau tidaknya suatu negara tergantung dari pemerintahannya dahulu apakah cepat atau lambat dalam menanggapi masalah seperti pembangunan infrastrukturnya itu sendiri. Jalan umum kali ya, kalau saya lihat sehari-hari kondisi jalan di sekitar rumah saya sangat rusak parah, yang seharusnya dipakai untuk 2 ton ini malah digenjot ke 10 ton apa tak rusak?." Sony Rusdiyan, Serang, Banten.

"Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur sangat lambat, kalau bisa dibilang malah jalan ditempat, contoh yang paling parah adalah trans-Jawa (Pantura) yang saat ini kondisinya rusak parah, trans-Sumatera juga sama nasibnya. Pelabuhan laut tidak ada perubahan baik perluasan maupun fasilitasnya." Semuel, Jakarta.

"Pembangunan infrastruktur di era reformasi mengalami stagnasi karena beberapa hal yaitu: 1) Pelaksanaan otonomi daerah yang kebablasan, 2) Tidak adanya konsep pembangunan terencana dan berkelanjutan (Pelita dan Repelita), serta 3) maraknya korupsi. Infrastruktur yang paling mendesak saat ini adalah jalan, listrik, dan pembangunan kawasan industri sehingga investor menjadi betah. Selain itu, prosedur perizinan harus dibuat menjadi seefesien mungkin." Aristides Mota, Bogor.

"Pembangunan infrakstuktur sangat penting tapi harus berkualitas dan proekonomi rakyat kecil. Sudah menjadi rahasia umum kalau proyek sarana dan prasarana menjadi proyek penghasilan tambahan pejabat dan anggota dewan/partai yang bekerjasama dengan perusahaan konstruksi sementara lahan dan tanah warga negara tidak mendapat ganti rugi yang layak." Yosef Tanauma, Ratahan-Manado.

"Mengapa sekarang baru terpikir oleh pemerintah, kok tidak dari dulu-dulu. Padahal dengan infrastruktur yang layak, misalnya jalan yang bagus, kegiatan ekonomi akan lancar. Bagaimana hasil bumi masyarakat di pedalaman akan dapat bersaing dengan yang lain jika untuk mengangkutnya saja susah? Tolonglah pemerintah menfokuskan jalan-jalan di pedesaan, pedalaman dan daerah perbatasan supaya kita tidak malu dengan negara lain." Kusdiyanto, Pemalang.

"Nunggu dekat dekat pemilu, 2011 persiapan, 2012 pembangunan sarana utama, 2013 pembangunan sarana pedesaan dan sekunder, 2014 kampanye keberhasilan."Mohamad Ridwan Surono. Komunitas BBC Indonesia di Facebook.


Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.